PANAS DAN DEMAM DI MUSEUM MANDIRI
Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dan Elena Zachnas, mendapat kesempatan membuka Festival Film Anak Goelali Foundation dengan menggelar workshop dongeng di Museum Mandiri lantai 3. Sebagai orang yang hidup di Jakarta Selatan, perjalanan menuju Museum Mandiri adalah sebuah siksaan. Jauh, panas, macet… walaupun di hari Minggu. Ditambah badan sedang demam dan batuk, perjalanan menuju Museum Mandiri sungguh sebuah PR tersendiri.
Sampai di Museum Mandiri, saya sungguh surprise berjumpa dengan banyak teman saya yang tinggal di Jakarta Selatan hadir disana. Mereka tidak hanya nonton film, namun juga aktif mengikuti beberapa workshop yang digelar hari tersebut. Karena selain workshop dongeng, ada juga workshop membuat animasi dan workshop menulis script. Selain teman teman dari selatan, saya juga melihat kehadiran beberapa keluarga Corps Diplomatic berpartisipasi dalam acara ini. Waaah…seru sekali!
Demam jadi hilang ketika saya melihat keluarga2 berjalan santai sambil menenteng si kecil yang menggenggam balon berkeliling museum. Indah sekali… demam menjadi hilang seketika!
Lokasi saya mendongeng dan menggelar workshop ada di lantai 3 Museum Mandiri. Tidak mudah untuk mencari kelas tersebut. Mendadak demam lagi! Mana mungkin mereka bisa menemukan kelas dongeng saya?
Tapi, surprise!! 15 menit menuju jam pertunjukan, berbondong – bondong saya melihat keluarga keluarga kecil hadir sambil menggendong putra putri mereka. Senang sekali! Walau jatah mendongeng hanya 30 menit, tapi situasi, suasana, sound system dan volunteer Goelali Foundation sungguh mendukung. Sekali lagi, demam mendadak hilang selama mendongeng. The magic of story!
Workshop dongeng berlangsung diruang yang sama setelah geser menggeser beberapa kursi supaya layar bisa dilihat dengan nyaman. Semua antusias… semua semangat. Tapi, mendadak demam terasa dikening. Karena ketika saya tanya, adakah diantara pengunjung yang hadir sebagai orang tua? Murni hadir sebagai ayah atau sebagai ibu?? Jawabannya TIDAK ADA!
Peserta workshop dongeng kebanyakan hadir karena pekerjaan mereka sebagai guru taman kanak2, guru sekolah minggu, pembimbing Taman Pendidikan Alqur’an… Tentu saja diantara mereka ada yang sudah menjadi orang tua. Namun, dorongan untuk hadir bukan karena jabatan mereka sebagai orangtua! Mereka hadir karena ingin memperbaiki diri sebagai guru. Demam kembali menyengat tubuh dan kalbu ku… Ternyata masih banyak orang tua yang menganggap penting bercerita untuk anak anaknya... Wah...sedih!

1 comments:
mbak poet, jadwal workshopnya kapan lagi? aku pengen dateng ^.^
Post a Comment